Art7wing : Sangat Loyalnya Fans Apple

Situs Informasi Teknologi Dan Hiburan

Sangat Loyalnya Fans Apple

18-Dec-2018 / Admin
Art7wing : Sangat Loyalnya Fans Apple

Di bidang consumer gadget saat ini, praktis hanya ada dua nama besar yang diakui sebagai pemimpin pasar. Yaitu Apple iOS dan Google Android.

Berbeda dengan Android-nya Google, Apple tidak melakukan “outsourcing” untuk produk mereka. Jika Google menjual lisensi Android mereka ke para manufaktur hardware seperti Samsung, Lenovo, LG dll-nya maka hal yang berbeda dilakukan oleh Apple. Apple mengontrol ketat peredaran sistem operasi mereka (iOS dan MacOS) serta memproduksi sendiri hardware yang dijual; walau tetap melalui pihak manufaktur juga seperti yang dilakukan oleh Google.

Gadget-gadget Apple seperti iPhone, iPod, iPad maupun MacBook dan lainnya sudah lama dikenal memiliki basis penggemar yang sangat setia. Loyalist Apple terbukti sangat berdedikasi tinggi pada produk Apple kesayangannya.

Hal ini bisa dilihat dari misalnya dari antrian super panjang di toko retail Apple setiap kali seri terbaru iPhone rilis di pasaran.

Mereka bisa mengantri seminggu sebelum produk yang dimaksud resmi dijual di toko tersebut! Fans Apple rela untuk berkemah meski dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Hal ini dilakukan demi memastikan kalau mereka termasuk salah satu pengguna awal iPhone terbaru.

Mengapa mereka seloyal itu? Apa yang membuat mereka rela melakukan hal yang banyak dicibir orang di luar fans produk Apple tersebut?

Alasan pertama adalah karena mereka mengerti, menyukai dan merasakan sendiri bagaimana kualitas produk-produk yang Apple hasilkan.

Bisa dibayangkan bagaimana benda elektronik yang nyaris mencapai usia sepuluh tahun dan masih berfungsi dengan cukup baik? Banyan yang merasakan sebuah bukti kalau produknya Apple memang ‘top notch’. Memang diciptakan dengan kualitas yang tinggi.

Sementara alasan kedua adalah keberhasilan marketing dan pencitraan yang dilakukan Apple untuk produk-produk mereka sebagai produk premium. Sebagai produk mahal dan bergengsi.

Kampanye Apple, yang menempatkan produk mereka sebagai barang berkelas, secara efektif membentuk sugesti “kalau punya gadget Apple sama dengan naiknya gengsi sosial”. Kira-kira seperti itu efeknya.

Produk Apple memang tidak pernah dijual dengan branding sebagai “barang murahan maupun pasaran”. Sejak lahir hingga sekarang, sebuah iPhone sudah identik dengan imej “barang elit”. Harganya memang mahal, bahkan bisa mencapai dua atau tiga kali lipat dari barang serupa namun buatan pabrikan lain. Smartphone dari Apple ini bisa dibilang merupakan sebuah “aksesoris” keren bergengsi, selain sebagai sebuah telepon pintar.

Simplisitas, kemudahan pemakaian.

Produk Apple sangat mudah untuk dipahami. Seperti sistem operasi iOS yang ada di iPhone/iPod/iPad misalnya. Mulai dari penempatan icon sampai menu/fitur yang disediakan, semua dapat diakses dan dipahami dengan cepat. Layar Apple juga sangat baik. Cerah dan jelas terlihat oleh mata.

Daya tahan baterai juga, menurut pengalaman saya, sangat memadai. Perlu sekitar 10 jam untuk menghabiskan baterai iPad dalam mode wifi dan pemakaian ekstensif.

Salah satu kekurangan yang ada di sistem operasi iOS adalah ketatnya Apple menutup akses ke dalamnya. Komunikasi antar gadget sangat terbatas. Misalnya tidak bisa digunakannya bluetooh untuk transfer data antar iPhone. Hal ini sering jadi bahan ejekan pemakai sistem operasi Android dari Google.

Tapi buat loyalist Apple, hal-hal tadi tidak terlalu mengganggu mereka. Salah satu alasannya mungkin karena mereka menganggap Apple melakukan itu semua “demi sentralisasi data dan keamanan gadget dan sistem operasi itu sendiri”.

Fans Apple sangat loyal, dan mereka punya hak serta alasan untuk itu. Hal ini adalah sebuah efek preferensi. Pilihan.

Penggemar baso akan setia pada baso dengan alasan mereka masing-masing, dan penggemar ketoprak tidak dapat melakukan apapun untuk mengubahnya.

Bagikan ini :
Komentar :
Belum ada komentar
© 2020 Art7wing