Art7wing : Munculnya Wacana E-voting, Mengapa?

Situs Informasi Teknologi Dan Hiburan

Munculnya Wacana E-voting, Mengapa?

01-Jul-2019 / Admin
Art7wing : Munculnya Wacana E-voting, Mengapa?

Pemilihan umum kemarin merupakan KPU maupun KPPS karena tidak hanya pemilihan presiden namun juga pemilihan DPR maupun DPRD. Seperti kisah Sumarsilah seorang petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara) di TPS 47, desa Semanu, Gunung Kidul, Yoygakarta. Dirinya mengakhiri tugasnya pada jam 8 malam, setelah melalui kegiatan pembacaan tata tertib acara, pencoblosan, perhitungan suara. Kisah itu tak seberapa dengan suaminya yang menghabiskan waktu berhari-hari di tingkat kecamatan. Suaminya mengumpulkan perhitungan suara dari tiap TPS. Kesibukan bertambah saat jumlah kertas pemilu yang sudah melalui proses perhitungan tidak cocok dengan jumlah saat dikirim, sehinnga kotak suara langsung dibongkar untuk dihitung kembali.

Muncul wacana e-Voting saat disibukkan kembali dengan klaim kemenangan dan protes pada salah satu kubu peserta pemilihan pasangan presiden. Namun munculnya wacana e-Voting sudah hal wajar pada banyak pemilu yang telah lalu. Lalu mengapa tidak diterapkan?

Berdasarkan penelitian IFES (Intenational Foundation for Electoral Systems) pada tahun 2012 dalam tajuk "International Experience with e-Voting" tercatat lebih dari 30 negara menggunakan e-Voting namun secara umum negara Eropa dan Amerika Utara menunjukkan kecenderungan meninggalkan e-Voting sedangkan Amerika Selatan dan Asia sebaliknnya.

E-Voting sudah dikembangkan oleh BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) untuk pemilihan kepada desa pada wilayah yang terpilih pada 18 kabupaten sejak tahun 2010.

Menurut Firman pelaksanaan e-Voting secara teknologi memungkinkan namun masih terkendala regulasi, "Faktor Undang-undang yang saat ini belum memungkinkan untuk e-Voting". Tim BPPT bersama Kominfo dan PT INTI sempat dipanggil oleh Pansus RUU Pemilu untuk memasukkan aturan terkait e-Voting untuk rencana pengujian di Pilkada. Namun, setelah tim pansus pulang dari studi banding ke Jerman dan Meksiko opsi ini dihapus karena perlu bukti hukum manual, cerita Andrani. BPPT hingga kini terus berusaha agar e-Voting bisa dijalankan karena sistem yang sudah dikembangkan tidak terkneksi jaringan internet dan sisten ini memiliki beberapa lapis keamanan.

Andriani menambahkan contoh penggunaan e-Voting di India dimana terdapat badan khusus milik negara ECIL (Electronic Corporation India Limited) yang mendistribusikan, menarik kembali, menyimpan, mengembangkan mesin e-Voting. Tidak seperti negara lain yang melibatkan banyak vendor sehingga biaya menjadi tinggi dan tidak efisien.

Bagikan ini :
Komentar :
Belum ada komentar
© 2020 Art7wing